Domo-kun Link Select

Jun 24, 2012

cita-II vs cinta

Antara “cinta” dan “cita-cita” dua kata yang mengandungi kekuatan yang sangat besar dalam merubah paradigma hidup seseorang. Lebih indah bila keduanya seimbang dalam mengatur kehidupan. Hidup itu perlu semangat yang boleh memberikan angin segar di setiap episod kehidupan ini. Demi wujudnya cita-cita.
Misteri tentang cinta sejak nabi Adam hingga sampai sekarang belum mampu diurai. Paling-II kita hanya mendekati jejak dan tanda-II cinta. Betapa sulit cinta untuk difahami, kerana sering menjelmakan diri mejadi singa lapar yang akan mencakar dan menerkam semua penghalang, seperti dalam kisah Qobil membunuh Habil. Dan cinta juga boleh membuat orang seperti Julius Caesar menjadi lemah seperti kapas yang melayang-layang di terpa angin, oleh belaian tangan Cleopatra. Cinta pulalah yang mendorong Oedipus mencintai ibu kandungnnya. Cinta juga membuat Qais merana, menderita dan menjadi gila, dihadapan kelembutan dan keelokan Laila.
Namun Cinta sering membuat manusia berada pada puncak gunung tertinggi dimensi kemanusiannya. Cinta memberi ilham pada manusia memiliki sikap belas kasih, lembut, bijaksana dan mendorong bara semangat dalam jiwa terus membara untuk meraih segala yang di cita-citakan, untuk mengharungi kehidupan dengan sikap optimis.
Namun tak boleh disangkal, cinta juga telah menjadi benih yang telah menumbuhkan pohon-pohon dengan daun-daunnya yang hijau, semerbak harum bungannya. Dan dari bunga melahirkan putik yang di cercap oleh lebah untuk menghasilkan madu kebahagiaan, kedamaian, semangat dan keberhasilan.
Keduanya perlu diuruskan dengan baik, sehingga cinta tidak akan menghancurkan apa-apa yang telah kita rencanakan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...